Baik, saya akan memberikan
tanggapan terhadap artikel ini, yang memang membahas topic yang sangat menarik,
yaitu tentang bagaimana membangun wisata islami yang nyaman dan aman .Memang
sangat disayangkan apabila di kota Banda Aceh masih terdapat tempat yang
disalah fungsikan oleh para muda-mudi, khususnya di daerah wisata Ulee Lheue.
Padahal tujuan didirikannya tempat itu adalah agar para turis asing maupun
turis lokal bisa menikmati keindahan alam yang disajikan di Ulee Lheue. Namun,
akibat fasilitas yang kurang memadai seperti lampu penerangan, tempat itu
berubah menjadi tempat “berduaan” bagi para kaum remaja disaat matahari mulai
terbenam. Kasus ini sudah lumayan lama berlangsung, hingga belakangan ini
masyarakat Ulee Lheue berinisiatif untuk menutup kawasan tersebut apabila
menjelang malam. Tindakan ini memang sangat bagus, namun di sisi lain para
pedagang di daerah itu mengalami kerugian karena mereka tidak bisa berjualan
lagi seperti biasa. Nah, disini lah pemerintah harus memainkan perannya. Saya
setuju dengan pendapat bapak Dr. Iskandarsyah Madjid, SE, MM. yang menyebutkan bahwa sebaiknya penerangan di
tempat-tempat yang memiliki kemungkinan terjadinya maksiat diperbaiki lagi
untuk meminimalisir hal itu. Pemerintah juga harus bertindak dengan tepat agar
para pedagang yang berada di seputaran lokasi itu harus mendapat kejelasan dan
tidak mengalami kerugian seperti saat ini. Para petugas Syariat juga harus di
optimalkan dalam mengontrol tempat-tempat rentan yang seperti ini. Apabila
seluruh aspek ini terkontrol dengan baik, InsyaAllah tempat Wisata Islami yang
nyaman dan aman akan segera terwujud!.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar