Senin, 04 Juni 2012

DAPATKAH AKSES ATAS KEUANGAN MIKRO MEMBANTU MASYARAKAT MISKIN YANG AKTIF SECARA EKONOMI DI SAAT-SAAT KESUKARAN RUMAH TANGGA YANG PARAH?



Keuangan mikro memainkan peran berlipat ganda; salah satu adalah sebagai katup pengaman nasional. Ketika bencana melanda dan banyak orang dengan tanpa terduga kehilangan pekerjaan, tempat tinggal, penghasilan, dan aktiva, banyak orang bertahan hidup dengan menjadi pengusaha bebas dalam sector Non formal. Di saat-saat seperti itu maka akses atas keuangan mikro dapat membuat perbedaan sangat penting dalam kemampuan orang untuk mengurus keluarga mereka dan memutar roda ekonomi  rumah tangga. Dalam keadaan seperti itu keuangan mikro juga berlaku sebagai katup pengaman bagi masyarakat secara lebih luas; mereka yang mampu menafkahi dan mencukupi pakaian keluarga mereka sedikit kemungkinan menyebabkan gangguan social dibandingkan dengan mereka yang kurang mampu.

a). Meksiko: Menopang keluarga setelah ditinggalkan suami
AL membantu suami mengembangkan bisnis keramik kecil. Selain itu, ia mengelola sisi administrative dari usaha, memperoleh pinjaman $200 dari Assesoria Dinamica a Microempresas (ADMIC) untuk memperluas bisnis. Namun demikian, suaminya pemabuk berat dan menghamburkan uang mereka sehingga bisnis mereka hampir bangkrut. Lalu Suaminya memperlakukan dia dan anak-anak mereka dengan kejam sampai-sampai meninggalkan mereka. Tak lama setelah itu, ia membuka took keramik pesaing di jalan yang sama. Kehilangan semangat dan malu, AL memutuskan untuk menjual bisnisnya. Namun demikian, anak-anaknya keberatan. Putra sulungnya, yang berusia 17 tahun, mengatakan, “Ibu tidak boleh berbuat seperti itu. Anda sudah bekerja begitu keras, menderita begitu banyak untuk terus menjalankannya. Anda tidak boleh menjualnya”. AL kelak mengatakan, “Saya tahu dia benar, jadi saya memutuskan untuk meneruskan bisnis saya dengan sepenuh hati, membayar lunas seluruh pinjaman, dan membuat bisnis itu sukses karena saya merasa yakin.
AL mengunjungi ADMIC, yang meminjamkan $640 untuk mulai kembali dari awal. Dengan pinjaman yang baru dan bantuan anak-anaknya, AL berhasil melunasi seluruh pinjamannya. Tahun berikutnya ia mendapat pinjaman $1280 dan bisnisnya tumbuh cukup besar sehingga AL memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman dari bank umum Sejak saat itu, AL mampu meminjam dari beberapa bank, dan kerja kerasnya selama bertahun-tahun telah menghasilkan bisnis yang sukses dan mempekerjakan 15 karyawan dari lingkungan masyarakat setempat.

b). Ekuador: Membangun bisnis kembali
EC seorang ahli pengobatan tradisional turun-temurun; ia belajar dari menyembuhkan ibunya, yang menjalankan stan ramuan tanaman obat di pasar dan terkenal sanggup mengobati. Namun demikian pasar ditutup untuk dibangun pelataran parkir dan ibunya jatuh sakit. EC memutuskan untuk membuka stan baru; dan untuk itu ia meminjam $880 dari pemberi pinjaman local. Bunganya 10 persen perbulan yang dihitung saldo semula, dan EC wajib membayar angsuran $17 untuk pokok dan bunga. Dengan hasil penjualan rata-rata $22 per hari, EC hanya menyisakan sedikit untuk menyediakan nafkah dan pakaian untuk keempat anaknya.
Pada suatu hari, RC mendengar iklan radio dari Banco Solidario, suatu bank di Ekuador untuk usaha mikro. Ia berkunjung kesana dan mengajukan permohonan kredit yang diterimanya delapan hari kemudian. Ia menggunakan pinjaman itu untuk melunasi pemberi pinjaman. EC berturut-turut mengambil dua pinjaman lagi dari bank, dan setiap kali ia menambah persediaan barang untuk bisnisnya. Penjualan tumbuh pesat, dan bisnis sekarang menyediakan dukungan kuat bagi EC dan keluarganya. Ia mampu membeli mesin ketik untuk putranya yang duduk di sekolah menengah pertama dan satu televisi.

c). Indonesia: Memulai dari awal dengan memanfaatkan tabungan
KL, seorang penabung BRI selama 17 tahun berkata bahwa ia tak pernah menyadari bagaimana berharga tabungan itu. Ia telah bekerja bertahun-tahun sebagai karyawan pabrik milik pemerintah yang membuat karung goni. Namun pabrik tersebut, yang telah merugi sekian lama, ditutup. Sekitar 1500 karyawan termasuk KL diberhentikan. KL menggunakan tabungannya untuk membangun kandang ayam dibelakang rumahnya di Jawa Tengah dan untuk membeli ayam untuk memulai usaha peternakan ayam. Ia mengembangbiakkan sekitar 50 ekor ayam dan setelah itu mampu meluaskan secara bertahap. KL mencukupi nafkah istri dan kedua anak dengan penghasilan yang diperoleh dari bisnis ayam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar