Keuangan mikro memainkan peran
berlipat ganda; salah satu adalah sebagai katup pengaman nasional. Ketika
bencana melanda dan banyak orang dengan tanpa terduga kehilangan pekerjaan,
tempat tinggal, penghasilan, dan aktiva, banyak orang bertahan hidup dengan
menjadi pengusaha bebas dalam sector Non formal. Di saat-saat seperti itu maka
akses atas keuangan mikro dapat membuat perbedaan sangat penting dalam
kemampuan orang untuk mengurus keluarga mereka dan memutar roda ekonomi rumah tangga. Dalam keadaan seperti itu
keuangan mikro juga berlaku sebagai katup pengaman bagi masyarakat secara lebih
luas; mereka yang mampu menafkahi dan mencukupi pakaian keluarga mereka sedikit
kemungkinan menyebabkan gangguan social dibandingkan dengan mereka yang kurang
mampu.
a). Meksiko: Menopang keluarga
setelah ditinggalkan suami
AL membantu suami mengembangkan
bisnis keramik kecil. Selain itu, ia mengelola sisi administrative dari usaha,
memperoleh pinjaman $200 dari Assesoria Dinamica a Microempresas
(ADMIC) untuk memperluas bisnis. Namun demikian, suaminya pemabuk berat dan
menghamburkan uang mereka sehingga bisnis mereka hampir bangkrut. Lalu Suaminya
memperlakukan dia dan anak-anak mereka dengan kejam sampai-sampai meninggalkan
mereka. Tak lama setelah itu, ia membuka took keramik pesaing di jalan yang
sama. Kehilangan semangat dan malu, AL memutuskan untuk menjual bisnisnya.
Namun demikian, anak-anaknya keberatan. Putra sulungnya, yang berusia 17 tahun,
mengatakan, “Ibu tidak boleh berbuat seperti itu. Anda sudah bekerja begitu
keras, menderita begitu banyak untuk terus menjalankannya. Anda tidak boleh
menjualnya”. AL kelak mengatakan, “Saya tahu dia benar, jadi saya memutuskan
untuk meneruskan bisnis saya dengan sepenuh hati, membayar lunas seluruh
pinjaman, dan membuat bisnis itu sukses karena saya merasa yakin.
AL mengunjungi ADMIC, yang
meminjamkan $640 untuk mulai kembali dari awal. Dengan pinjaman yang baru dan
bantuan anak-anaknya, AL berhasil melunasi seluruh pinjamannya. Tahun
berikutnya ia mendapat pinjaman $1280 dan bisnisnya tumbuh cukup besar sehingga
AL memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman dari bank umum Sejak saat itu, AL
mampu meminjam dari beberapa bank, dan kerja kerasnya selama bertahun-tahun
telah menghasilkan bisnis yang sukses dan mempekerjakan 15 karyawan dari
lingkungan masyarakat setempat.
b). Ekuador: Membangun bisnis
kembali
EC seorang ahli pengobatan tradisional
turun-temurun; ia belajar dari menyembuhkan ibunya, yang menjalankan stan
ramuan tanaman obat di pasar dan terkenal sanggup mengobati. Namun demikian
pasar ditutup untuk dibangun pelataran parkir dan ibunya jatuh sakit. EC
memutuskan untuk membuka stan baru; dan untuk itu ia meminjam $880 dari pemberi
pinjaman local. Bunganya 10 persen perbulan yang dihitung saldo semula, dan EC
wajib membayar angsuran $17 untuk pokok dan bunga. Dengan hasil penjualan
rata-rata $22 per hari, EC hanya menyisakan sedikit untuk menyediakan nafkah
dan pakaian untuk keempat anaknya.
Pada suatu hari, RC mendengar
iklan radio dari Banco Solidario, suatu bank di Ekuador untuk usaha mikro. Ia
berkunjung kesana dan mengajukan permohonan kredit yang diterimanya delapan
hari kemudian. Ia menggunakan pinjaman itu untuk melunasi pemberi pinjaman. EC
berturut-turut mengambil dua pinjaman lagi dari bank, dan setiap kali ia
menambah persediaan barang untuk bisnisnya. Penjualan tumbuh pesat, dan bisnis
sekarang menyediakan dukungan kuat bagi EC dan keluarganya. Ia mampu membeli
mesin ketik untuk putranya yang duduk di sekolah menengah pertama dan satu
televisi.
c). Indonesia: Memulai dari
awal dengan memanfaatkan tabungan
KL, seorang penabung BRI selama
17 tahun berkata bahwa ia tak pernah menyadari bagaimana berharga tabungan itu.
Ia telah bekerja bertahun-tahun sebagai karyawan pabrik milik pemerintah yang
membuat karung goni. Namun pabrik tersebut, yang telah merugi sekian lama,
ditutup. Sekitar 1500 karyawan termasuk KL diberhentikan. KL menggunakan
tabungannya untuk membangun kandang ayam dibelakang rumahnya di Jawa Tengah dan
untuk membeli ayam untuk memulai usaha peternakan ayam. Ia mengembangbiakkan
sekitar 50 ekor ayam dan setelah itu mampu meluaskan secara bertahap. KL
mencukupi nafkah istri dan kedua anak dengan penghasilan yang diperoleh dari
bisnis ayam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar